News

pengunjung

Kamis, 04 Agustus 2011

macam-macam gangguan jiwa

macam macam gangguan dan penyakit jiwa dan terapi gangguan jiwa

Macam macam Gangguan Dan Penyakit Jiwa

1. Psikosomatik
Adalah penderita yang menemukan kelainan-kelainan atau keluhan. Pada tubuhnya yang disebabkan oleh faktor-faktor emosional melalui syarat yang menimbulkan perubahan yang tidak mudah pulihnya, misalnya : sulit tidur jika banyak masalah, hilang nafsu makan, makan berlebihan.
2. Kelainan kepribadian
Penderita sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Misalnya orang suka meledak emosinya.

3. Retardasi mental
Adalah keterbelakangan atau keterlambatan perkembangan jiwa seseorang.
Contoh dalam memahami sesuatu ilmu pengetahuan yang baru di dapat atau kata-kata baru, cara pemahamannya terlalu lama.
4. Rasionalisasi
Dimana penderita sering memutarbalikkan fakta yang bersangkutan dengan ego individunya sendiri atau dalam arti lain memutarbalikkan hati nuraninya sendiri yang mengakibatkan kepercayaan diri hilang.
5. Neurosis
Adalah gangguan jiwa yang penderitanya masih dalam keadaan sadar, dengan melalui ketidakberesan tingkah laku, susunan syaraf juga karena sikap seseorang terhadap orang lain.
Ciri-ciri neurosis meliputi : sering adanya konflik, reaksi kecemasan, kerusakan aspek-aspek kepribadian, phobia, gangguan pencernaan.
Seseorang yang terkena neurosis mengetahui bahwasanya bahwa jiwanya terganggu, baik disebabkan gangguan jasmani dan jiwanya sendiri.
6. Psikosis
Pada psikosis ini penderita sudah tidak dapat menyadari apa penyakitnya, karena sudah menyerang seluruh keadaan netral jiwanya.
Ciri-cirinya meliputi :
Disorganisasi proses pemikiran
Gangguan emosional
Disorientasi waktu, ruang
Sering atau terus berhalusinasi
Dan ada terapi untuk gangguan jiwa Terapi di sini mengandung arti proses penyembuhan dan pemulihan jiwa yang benar-benar sehat. Di antaranya terapi-terapi yang digunakan meliputi beberapa bentuk :
a. Terapi holistic, yaitu terapi yang tidak hanya menggunakan obat dan ditujukan kepada gangguan jiwanya saja, dalam arti lain terapi ini mengobati pasien secara menyeluruh
b. Psikoterapi keagamaan, yaitu terapi yang diberikan dengan kembali mempelajari dan mengamalkan ajaran agama
c. Farmakoterapi, yaitu terapi dengan menggunakan obat. Terapi ini biasanya diberikan oleh dokter dengan memberikan resep obat pada pasien.
d. Terapi perilaku, yaitu terapi yang dimaksudkan agar pasien berubah baik sikap maupun perilakunya terhadap obyek atau situasi yang menakutkan. Secara bertahap pasien dibimbing dan dilatih untuk menghadapi berbagai objek atau situasi yang menimbulkan rasa panik dan takut. Sebelum melakukan terapi ini diberikan psikoterapi untuk memperkuat kepercayaan

[+/-] Read More...

Jumat, 22 April 2011

Narsisme?

Apa sih yang dimaksud narsis?
Narsis adalah istilah dalam ilmu psikologi untuk menyebut salah satu bentuk gangguan psikologis. Asal katanya adalah narsisme. Gangguan psikologis narsisme (dalam bahasa inggris disebut sebagai Narcissistic Personality Disorder, yang untuk seterusnya disingkat NPD), didefinisikan sebagai:
“Sebuah pola sifat dan perilaku yang dipenuhi obsesi dan hasrat pada diri sendiri untuk mengabaikan orang lain, egois, serta tidak memedulikan orang lain dalam memenuhi kepuasan, dominasi, dan ambisinya sendiri.”
Terkadang narsis disamakan dengan cinta diri yang berlebihan. Dunianya hanya dirinya sendiri tanpa mampu memberikan empati pada orang lain, apalagi cinta. Mereka kurang peduli dengan orang lain. Satu-satunya kepedulian mereka pada orang lain hanya jika orang itu bisa memberikan manfaat bagi diri mereka. Mereka adalah orang-orang yang mampu menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka sendiri.


Pada umumnya orang menganggap narsis seseorang jika orang itu menunjukkan hal-hal berikut:
  • Memuji diri sendiri, misalnya: “Gue keren ya!”, “Siapa dulu yang buat, aku gitu lho, sudah pasti bagus!”, dan “Tak ada yang lebih baik dariku.”
  • Mengagumi diri sendiri, misalnya melihat foto sendiri dengan penuh kebanggaan atau becermin lama-lama, termasuk memotret diri sendiri.
  • Menunjuk-nunjukkan kehebatannya pada orang lain, misalnya menceritakan pujian orang lain terhadapnya dan menceritakan prestasi yang diraihnya.
kekuatan motivasional orang-orang narsis diragukan. Daya dorong mereka untuk berkarya, merebut kekuasaan, memperoleh prestasi, adalah alasan keberadaan mereka. Hidup bahagia adalah hidup karena harus berbeda dari orang lain. Jangan katakan itu bagus, karena ada resiko-resiko berikut.
Benar, orang harus berikhtiar optimal dalam pencapaian kualitas diri. Tetapi bukan berarti berkibar sendirian. Menjerumuskan pihak lain untuk takluk. Mengalahkan dengan asas bumi hangus (merusak segala, yang penting tujuan tercapai). Resiko besar ini yang sangat mengerikan dari orang narsis. Beda dengan motif kemanusiaan dalam berkarya. Karena memungkinkan tumbuh bersama. Menang bersama. Dan menikmati keberhasilan bersama.
Orang-orang narsis, tidak dalam pemikiran seperti itu. Bahkan, kondisi rusak dan hancur sekalipun, di lingkungan terdekat, tak jadi masalah. Yang penting, ia berbeda, dalam status selamat dan nyaman. Tak aneh, jika kemudian Erich Fromm menyebut “narsisme” adalah salah satu gejala dari “nekrofilia” (mencintai kehancuran, di pihak lain).
Perbincangan di atas, berbicara dalam konteks narsisme pribadi. Lantas bagaimana dengan narsisme berjamaah? Ketika cinta diri berlebihan menggejala secara hebat?

     Terkadang kita memandang narsisme merupakan hal yang biasa dan tak perlu mendapatkan penanganan. Hal ini mungkin ada benarnya bila penderita narsis tersebut belum tergolong ke dalam tingkat yang parah atau belum mengganggu kenyamanan orang lain.
    Namun, ada kalanya tanpa disadari penyimpangan seperti narsis tersebut mengalami perkembangan ke arah yang lebih buruk, dan dianggap sudah mengganggu baik bagi orang lain maupun bagi si penderita itu sendiri. Pada saat seperti itulah penderita narsis perlu segera ditangani dan diatasi.

    Kapankah harus ke dokter untuk ditangani dan diobati?
    Ketika seorang penderita narsis sudah terjebak dalam pemikiran bahwa segalanya harus sempurna (perfect) dan semuanya tidak boleh ada yang salah, maka hal tersebut bisa menimbulkan masalah bagi kehidupan dan lingkungan sekitarnya. Dampaknya hubungan di sekolah, tempat kerja, atau hubungan-hubungan interaksi yang lain menjadi sangat terganggu.
    Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini tentu akan membuat si penderita menjadi tidak bahagia dan semakin bingung dengan segala bentuk emosi yang berkecamuk dalam dirinya. Orang-orang di sekitar nya pun pastinya tidak akan merasa bahagia dan nyaman.
    Akibat terburuknya bila si penderita dijauhi, maka si penderita akan merasa kebutuhan interaksinya dengan manusia lain tidak terpenuhi. Pada saat seperti inilah si penderita narsis perlu mendapatkan pengobatan melalui penanganan secara psikologis.
    Remaja yang masih mencari jati diri biasanya memang mengalami gejal-gejala seperti narsisme. Yang menjadi tidak wajar adalah apabila gejala-gejala narsisme tersebut terus melekat dalam diri sampai dewasa. Hal ini lah yang nantinya akan berkembang menjadi suatu kelainan kepribadian.
    Komplikasi yang mungkin terjadi
    Pada tingkatan yang cukup parah, bisa terjadi berbagai komplikasi yang menyertai kehidupan si penderita narsis, antara lain :
    • Penyalahgunaan zat-zat kimia
    • Konsumsi alcohol yang berlebihan
    • Depresi
    • Berpikir dan Mencoba untuk bunuh diri
    • Terkadang bisa mengalami anorexia
    • Kesulitan dalam membangun suatu relasi
    • Menjadi sangat sensitive terhadap kritikan, bisa merasa sangat terhina, rendah. 
    sumber:

    http://psikologi-online.com/orang-orang-narsis

    http://endibiaro.blogdetik.com/?p=202

    http://keluargabahgia.multiply.com/journal/item/27/Penyakit_Narsis?&item_id=27&view:replies=reverse








      [+/-] Read More...

      Dampak negatif kopi

      Sekedar share...
      Dulu saya selalu minum kopi selama ujian. Saya mulai minum kopi sejak kelas 6 SD...SMP saya jarang minum kopi karena memang sekolah saya nyantai dan tidak menuntut saya untuk begadang ngarjain PR. Tapi SMA, boleh dibilang tiada hari tanpa tugas, yang saya ingat, rasanya dalam stu semester, tidak lebih dari seminggu terdapat malam indah tanpa peer. Dulu saya sangat obsesif, kerjaan saya ga jauh2 dari belajar dan ngutek2 peer...tiap hari nyaris selalu tidur lewat dari jam 12. Ditambah lagi, saat ujian saya tidur jam 2 dan bangun jam 4. keadaan seperti itu membuat saya bergantung pada kopi.

      Semester 3 saat kuliah, saya mulai ngerasain efek negatifnya. Setiap habis minum kopi, kepala saya migren dan perut saya langsung gemeter. Yang parah, malemnya saya emang kuat begadang sampe jam 4, tapi bolak-balik ke WC-nya parah banget. dan akhirnya sekarang ginjal saya ngaco parah, ga kuat diisi minum banyak.

      Ternyata kawan...kopi ga baek juga buat tubuh kita...ni saya share apa aja dampak buruk keseringan minum kopi..


      • Kafein merupakan zat aktif dalam kopi, memang mempunyai beberapa pengaruh terhadap tubuh, antara lain menimbulkan rangsangan kontraksi otot polos termasuk kontraksi otot polos di saluran kemih. Oleh karena itu penikmat kopi akan mudah timbul rasa ingin buang air kecil. Akibat menikmati kopi memang berdampak pada aliran darah ke ginjal. Kopi dapat meningkatkan kecepatan detak jantung da dilatasi pembuluh darah arteri yang memberi pengaruh bertambah derasnya aliran darah ke ginjal. Namun, apabila ginjal seseorang tidak mengalami masalah, memimum kopi bukan merupakan sesuatu hal yang harus diwaspadai.
      • Meski masih menjadi kontroversi, para periset menemukan minum terlalu banyak kopi dapat meningkatkan kemungkinan terkena serangan jantung. Selain kafein, kopi juga mengandung unsur yang disebut terpenoid. Unsur terpenoid dalam kopi inilah yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Adanya peningkatan kadar kolesterol darah menyebabkan pembuluh darah arteri tersumbat, sehingga pembuluh darah harus bekerja ekstra keras. 
      • Konsumsi kafein secara berlebihan dapat menimbulkan banyak masalah, seperti perubahan warna gigi, bau mulut, meningkatkan stres, serangan jantung, mandul pada pria, gangguan pencernaan, kecanduan, dan bahkan penuaan dini. Penyebab utama sakit kepala juga ditengarai salah satunya adalah kafein.
      • Mengonsumsi kopi di pagi hari dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, tingkat stres, dan memicu poduksi hormon penyebab stres selama satu hari penuh. Kafein dalam kopi merangsang kelenjar-kelenjar adrenal, yang dapat meningkatkan salah satu faktor penyebab stres setelah 18 jam.
      • Kafein pada kopi sangat berpotensi meningkatkan tekanan darah serta detak jantung yang banyak dilaporkan menjadi penyebab kebanyakan timbulnya rasa stres yang berkepanjangan pada hari kerja. Efek ini biasanya masih akan terbawa sampai malam hari menjelang waktu tidur. Kafein dapat menyebabkan proses pelepasan muatan listrik yang berlebihan dan tak teratur dari sel otak bayi karena kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kerusakan sel otak terutama bagian otak besar yang mengontrol memori.
      • Beberapa laporan juga menyebut bahwa kopi dapat mengganggu saluran pencernaan dengan meningkatkan kadar keasaman perut. Akibat terlalu berlebihan meminum kopi menyebabkan timbulnya luka pada dinding saluran pencernaan. Kopi juga dapat mengurangi produksi dari DHEa dan hormon-hormon antipenuaan lainnya sehingga diperkirakan minum kopi dapat mempercepat proses penuaan. Kafein juga merupakan diuretik (zat yang membuat seseorang mengeluarkan air seni lebih banyak).
      • Perempuan yang rutin minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat meningkatkan risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis). Dampak kafein pada perempuan hamil mungkin saja sedikit banyak akan berpengaruh terhadap janinnya. Meski demikian, konsumsi kafein yang normal dalam kehidupan sehari-hari umumnya tidak sampai memberikan pengaruh ke janin.
      • Kafein dalam kopi yang diminum perempuan di masa kehamilan juga terbukti bisa masuk ke otak janin. Dan saat persalinan kadar oksigen yang dapat mencapai bayi sering kali menurun. Karena itu, perempuan hamil sebaiknya menghindari atau tidak minum kopi secara berlebihan. Hasil penelitian lain menyebutkan, bayi yang ibunya terlalu banyak minum kopi ketika hamil mempunyai risiko tinggi terkena epilepsi.
      • Pada pria mengonsumsi kafein terlalu banyak diperkirakan dapat menyebabkan kemandulan karena dapat menurunkan jumlah sperma atau pun merusaknya. Beberapa pasangan yang memiliki masalah kesuburan diusahakan agar mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein.
         
      sumber: 

      • http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2070436-pengaruh-kopi-pada-
      kesehatan-ginjal/
      • http://www.indowebster.web.id/archive/index.php/t-16282.html



      [+/-] Read More...